Sabtu, 15 November 2014

Studi Kasus Pendirian Badan Usaha

PT TELKOM SIGMA CIPTA CARAKA
PT Sigma Cipta Caraka atau telkomsigma adalah sebuah perusahaan yang menyediakan solusi TIK (teknologi informasi dan komunikasi &) dan jasa di Indonesia. Sejak pendiriannya pada tahun 1987, telkomsigma terus memberikan berbagai produk dan layanan inovatif berbasis TIK dan komputasi awan.


MODAL DASAR DAN BIAYA
Pendapatan terbesar pada Telkom sigma bersumber pada tiga portofolio yang biasa disingkat dengan sebutan SDM. Ketiga bidang ini adalah Sistem Integrasi, Data Center, dan Managed Services.
Sekitar 50% pendapatan telkomsigma berasal dari sistem integrasi. Dan sudah bekerja sama dengan berbagai partner seperti IBM dan Accenture, memiliki klien yang tersebar mulai dari bidang perbankan, keuangan, telekomunikasi, hingga transportasi. Walau berada dibawah Telkom Group, tapi hanya 30% dari total klien telkomsigma adalah BUMN. Tahun lalu, misalnya menangani berbagai proyek besar seperti sistem e-ticketing di PT KAI Commuter Jabodetabek, juga proyek dari PT Garuda Indonesia dan PT Pelindo.


PERSIAPAN PENDIRIAN BADAN USAHA PADA TELKOM SIGMA
Pada Tahun 2013 lalu, Telkomsigma sudah memiliki data center seluas 33.000 meter persegi yang didapat setelah mengakuisisi data center di kawasan Sentul dan Serpong. Nah, selama 2014, perluasan data center milik telkomsigma ditargetkan bisa tumbuh ke angka 70.000 meter persegi. Kami melakukannya lewat melalui pembangunan infrastruktur data center di Balikpapan seluas 40.000 meter persegi, Bekasi seluas 30.000 meter persegi, dan Batam seluas 1.000 meter persegi. Puncaknya, Pada 2015 nanti telkomsigma total data center yang dimiliki oleh telkomsigma sudah harus menembus 100.000 meter persegi.
Read More >>

Jumat, 14 November 2014

Pendirian Badan Usaha

Pendirian Badan Usaha
Badan usaha adalah kesatuan yuridis dan ekonomis dari faktor-faktor produksi yang bertujuan mencari laba atau memberi layanan kepada masyarakat. Disebut kesatuan yuridis karena badan usaha umumnya berbadan hukum. Disebut kesatuan ekonomis karena faktor-faktor produksi badan usaha terdiri atas sumber daya alam, modal, dan tenaga kerja dikombinasikan untuk mendapat laba atau member layanan kepada masyarakat. Badan usaha yang bertujuan untuk mencari laba pada umumnya dimiliki oleh pihak swasta, seperti PT Astra, PT Indofood, dan PT Unilever.


Pengertian Badan Usaha
Pada pengertian sehari-hari sebagian orang menganggap bahwa antara badan usaha dan perusahaan memiliki pengertian yang sama. Pandangan yang menyamakan badan usaha dan perusahaan dapat dimaklumi karena badan usaha dan perusahaan  merupakan satu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan. Namun, diantara keduanya terdapat perbedaan. Badan usaha merupakan kesatuan yuridis ekonomis, sedangkan perusahaan merupakan kesatuan teknis dalam produksi. Sebenarnya, perusahan adalah bagian dari badan usaha yang tugasnya menghasilkan barang dan jasa.

dapat dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dilakukan, kepemilikan modal, dan wilayah Negara. Jenis badan usaha berdasarkan kegiatan yang dilakukan, terdiri dari:
·         Badan Usaha Ekstraktif: Badan usaha ini mengambil apa yang telah tersedia di alam. Contoh badan usaha ekstraktif: PT Pertamina dan PT Bukit Asam.
·         Badan Usaha Agraris: Badan usaha ini berusaha membudidayakan tumbuh-tumbuhan atau segala kegiatan yang berkaitan dengan pertanian. Contoh badan usaha agraris: PT Perkebunan Negara, Badan Usaha Pembibitan, dan Badan Usaha Tambak.
·         Badan Usaha Industri: Badan usaha ini berusaha meningkatkan nilai ekonomi barang dengan jalan mengubah bentuknya. Contoh badan usaha industri: PT Kimia Farma.
·         Badan Usaha Perdagangan: Badan usaha ini bergerak dalam aktivitas yang berhubungan dengan menjual dan membeli barang tanpa mengubah bentuknya untuk memperoleh keuntungan. Contoh badan usaha perdagangan: PT Matahari.
·         Badan Usaha Jasa: Badan usaha ini memenuhi kebutuhan konsumen dengan jalan menyediakan jasa kepada masyarakat. Contoh badan usaha jasa: PT Bank Rakyat Indonesia.
Jenis-jenis badan usaha berdasarkan kepemilikan modal, terdiri dari:
1.      Badan Usaha Milik Swasta (BUMS): Badan Usaha Milik Swasta adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta (nasional dan asing) dan mempunyai tujuan utama mencari laba.
2.      Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang pemilik modalnya adalah Negara atau pemerintah. Contoh BUMN: PT Kereta Api, PT Timah Bangka, dan PT Peruri.
3.      Badan Usaha Milik Daerah (BUMD): Badan Usaha Milik Daerah adalah badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Contoh BUMD: Bank Pembangunan Daerah (BPR).
4.      Badan Usaha Campuran: Badan usaha campuran adalah badan usaha yang modalnya sebagian dimiliki swasta dan sebagian lagi dimiliki oleh pemerintah. Contoh Badan usaha campuran: PT Pembangunan Jaya yang modalnya dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta dan pihak swasta.
Jenis-jenis badan usaha berdasarkan wilayah negara, terdiri dari:
1.      Badan Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri: Badan Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh masyarakat Negara itu sendiri.
2.      Badan Usaha Penanaman Modal Asing: Badan Usaha Penanaman Modal Asing adalah badan usaha milik masyarakat luar negeri yang beroperasi di dalam negeri.

Tujuan Badan Usaha
Badan usaha mempunyai fungsi antara lain fungsi komersial, fungsi sosial, dan fungsi pembangunan ekonomi.
·         Fungsi Komersial: Salah satu tujuan badan usaha adalah untuk memperoleh keuntungan. Untuk memproleh keuntungan secara optimal, setiap badan usaha harus menghasilkan produk yang bermutu dan harga bersaing.
·         Fungsi Sosial: Fungsi sosial badan usaha berhubungan dengan manfaat badan usaha secara langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Misalnya, dalam penggunaan tenaga kerja, hendaknya badan usaha lebih memprioritaskan tenaga kerja yang berasal dari lingkungan disekitar badan usaha.
·         Fungsi Pembangungan Ekonomi: Badan usaha merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional dan dapat membantu pemerintah dalam peningkatan ekspor dan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pemerataan pendapatan masyarakat.

Proses Pendirian Badan Usaha
Dalam membentuk sebuah badan usaha, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:
1.      Modal yang di miliki
2.      Dokumen perizinan
3.      Para pemegang saham
4.      Tujuan usaha
5.      Jenis usaha

Salah satu yang paling penting dalam pembentukan sebuah badan usaha adalah perizinan usaha. Izin usaha merupakan bentuk persetujuan atau pemberian izin dari pihak yang berwenang atas penyelenggaraan kegiatan usaha. Tujuannya untuk memberikan pembinaan, arahan, serta pengawasan sehingga usaha bisa tertib dan menciptakan pemerataan kesempatan berusaha/kerja dan demi terwujudnya keindahan, pembayaran pajak, menciptakan keseimbangan perekonomian dan perdagangan.

Surat izin usaha yang diperlukan dalam pendirian usaha di antaranya:
·         Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
·         Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
·         Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
·         Nomor Register Perusahaan (NRP)
·         Nomor Rekening Bank (NRB)
·         Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Surat izin lainnya yang terkait dengan pendirian usaha, sepertii izin prinsip, izin penggunaan tanah, izin mendirikan bangunan (IMB), dan izin gangguan.



contoh NPWP


Prosedur pendirian Badan Usaha adalah sebagai berikut  :
1.      Mengadakan rapat umum pemegang saham.
2.      Dibuatkan akte notaris. ( Terdiri dari nama - nama pendiri, komisaris, direksi, bidang usaha, tujuan perusahaan didirikan ).
3.      Didaftarkan di pengadilan negeri. ( Dokumen berisi izin domisili, surat tanda daftar perusahaan (TDP), NPWP, bukti diri masing - masing.
4.      Diberitahukan dalam lembaran negara. ( Berupa legailtas dari departemen kehakiman ).

Studi Kasus Pendirian Badan Usaha
PT TELKOM SIGMA CIPTA CARAKA


Read More >>

Jumat, 17 Oktober 2014

Pengertian Dan Fungsi Bisnis

PENGERTIAN DAN FUNGSI BISNIS TI

Pengertian Bisnis
     Bisnis berasal dari kata business / busy / sibuk. Sibuk mengerjakan aktifitas pekejaan yang mendtangkan kentungan. Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah definisi bisnis :
·         Bisnis menurut Huat, T Chwee,1990 : sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat.
·         Bisnis menurut Griffin & Ebert : bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
·         Bisnis menurut Hughes dan Kapoor : bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri.
·         Bisnis menurut Musselman dan Jackson : Bisnis merupakan suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.
·         Bisnis menurut Allan Afuah : Bisnis adalah sekumpulan aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara menggembangkan dan mentransformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen. (2004).
Dari pendapat diatas, dapat disimpulkan bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

Beberapa aspek dalam bisnis diantaranya :
1.      Kegiatan individu dan kelompok
2.      Penciptaan nilai
3.      Penciptaan barang dan jasa
4.      Keuntungan melalui transaksi
Tujuan Bisnis
Dalam berbisnis atau berwirausaha tentu kita mempunyai tujuan, unuk sebelumnya kita harus berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen yaitu berupa barang dan jasa. Sedangkan, tujuan dari perusahaan adalah mendapatkan laba maksimum, yakni suatu imbalan yang diperoleh oleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi para konsumen.


Elemen dan Sistem Bisnis
1.      Modal (Capital). Sejumlah uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan bisnis yaitu transaksi.
2.      Bahan-bahan (Materials). Faktor produksi yang diperlukan dalam melaksanakan aktifitas bisnis untuk diolah dan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
3.      Sumber Daya Manusia (SDM). Kualifikasi SDM, yakni memiliki kemampuan kompetitif dan berkualitas tinggi.
4.      Keterampilan Manajemen (Management Skill). Sistem manajemen yang dijalankan berdasarkan prosedur dan tata kerja manajemen.
5.      Karakteristik Sistem Bisnis
6.      Kompleksitas & keanekaragaman
7.      Saling ketergantungan
8.      Perubahan dan inovasi

Fungsi Bisnis
    Fungsi dari bisnis yaitu :
§  Acquiring Raw Materials (memperoleh bahan baku). Dalam membuat roti kita memerlukan tepung terigu untuk membuatnya, membuat lemari kita juga memerlukan kayu untuk membuatnya, dan dalam membuat buku tulis kita memerlukan dahan untuk membuatnya.
§  Manufacturing Raw Materials into products. Setelah bahan baku yang kita peroleh nanti akan diolah menjadi sebuah produk. Misalnya dalam membuat roti, tepung terigu diubah menjadi roti dengan berbagai rasa.
§  Distributing Products to Consumers. Produk yang dihasilkan lalu di distribusikan kepada konsumen.

Studi Kasus PT. Kebun Sayur Segar
Karyawan adalah aset bagi sebuah perusahaan itulah hal yang di ungkapkan oleh Kemal Rubianto selaku kepala HRD perusahaan Parung Farm Bogor. Parung farm merupakan sebuah brand dari PT kebun sayur segar yang resmi didirikan pada tahun 2003. Perusahaan yang beralamat di Jl. Raya Parung No. 546 Bogor ini bergerak dalam bidang pertanian khususnya hidroponik. Selain mengembangkan bisnis tanaman hidroponik Parung Farm Bogor juga menyediakan pelatihan bercocok tanam secara benar yang dibuka untuk umum sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pertanian. Parung Farm Bogor sangat memperhatikan kinerja karyawannya dimana para pekerjanya terdiri dari dua kategori yaitu pegawai tetap dan pegawai harian. Perusahaan ini sudah memiliki jumlah karyawan tetap sebanyak 35 orang dan 86 orang untuk jumlah karyawan harian. Untuk mengelola jumlah karyawan yang tidak sedikit tentunya perusahaan memiliki budaya organisasi untuk menyamaratakan kemampuan karyawan. PT. Kebun
Sayur Segar telah menetapkan budaya kerja 5R yaitu ( ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin) yang harus di patuhi oleh setiap karyawannya agar tercipta hasil kerja yang berkualitas dan dapat menigkatkan produktifitas. Budaya kerja ini menjadi pembeda antara PT. Kebun Sayur Segar dengan perusahaan lain. Selain itu PT. Kebun Sayur Segar selalu memberikan pelatihan rutin secara formal dan informal kepada setiap karyawannya. Hal ini bertujuan agar para karyawan PT. Kebun Sayur Segar merasa diperhatikan dan didorong sehingga dapat membangun kebersamaan dan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan karyawan. Budaya kerja yang diterapkan di PT. Kebun Sayur Segar mampu menciptakan iklim kerja yang baik dan menciptakan komunikasi terbuka antara karyawan dengan pimpinan. Hal tersebut juga didukung dengan sikap kepemimpinan dari pimpinan PT. Kebun Sayur Segar yang begitu memperhatikan dan mengayomi karyawan sehingga karyawan tidak begitu kesulitan untuk mengikuti budaya yang ada di perusahaan.
Untuk mengukur seberapa besar kinerja karyawan PT Kebun Sayur Segar memiliki program evaluasi. Program evaluasi ini dilakukan secara langsung oleh pimpinan perusahaan pada setiap divisi. Namun, biasanya PT. Kebun Sayur Segar juga mengadakan evaluasi secara global semua divisi mengingat perusahaan ini bergerak dalam bidang pertanian. Kemal Rubianto mengatakan bahwa masalah yang di hadapi PT. Kebun Sayur Segar ini fluktuatif mengikuti musim, apabila musin bagus maka evaluasi yang dilakukan tidak terlalu memakan banyak waktu, namun sebaliknya jika musim tidak mendukung, evaluasi yang dilakukan cukup memakan banyak waktu karena harus memikirkan langkah apa yang harus diambil untuk memenuhi semua pesanan yang sudah dikontrak di beberapa supermarket besar yang ada di Indonesia. Sudibyo karsono pemilik tunggal dari PT. Kebun Sayur Segar ini selalu memantau karyawannya agar melakukan pekerjaan yang terbaik. Pemilik dari PT. Kebun Sayur Segar ini dikenal sangat akrab oleh para karyawannya. Kepala HRD PT. Kebun Sayur menegaskan bahwa hubungan antara para karyawannya tergolong sangat fleksibel dan terbuka hal tersebut didukung dengan adanya pernyataan seorang pegawai harian yang sedang bekerja merawat tanaman hidroponik bahwa hubungan para karyawan PT. Kebun Sayur Segar ini tergolong baik karena setiap pekerja PT. Kebun Sayur Segar diharuskan mengenal karyawan satu sama lain antar divisi hal tersebut agar dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan yang baik. Kemal pun mengungkapkan jika ada karyawannya yang terlihat jenuh atau tidak nyaman dalam bekerja akan di panggil dan di berikan bimbingan atau konseling secara langsung. Hal tersebut dilakukan agar mengetahui penyebab jenuhnya karyawan dan munculnya rasa tidak nyaman dalam bekerja sehingga dapat memotivasi karyawan kembali agar bekerja lebih semangat.Selain itu, jam kerja yang di berikan oleh PT kebun sayur segar ini beroperasi selama 8 jam yang dibagi menjadi dua shift. Perusahaan tersebut menetapkan hal-hal yang harus diperhatikan selama jam kerja berlangsung dimana para karyawan di wajibkan untuk datang tepat waktu. Kemal Rubianto (kepala HRD PT kebun sayur segar) mengungkapkan bahwa jika ada karyawan yang tidak masuk berturut-turut selama satu minggu tanpa keterangan apapun, maka karyawan tersebut diberi hukuman yaitu diberhentikan dalam bekerja setelah surat peringatan di berikan sebanyak tiga kali. Meskipun PT. Kebun Sayur Segar merupakan perusahaan memiliki hubungan yang terbuka dengan karyawan, namun tetap memiliki SOP yang harus dipatuhi oleh para karyawan di antaranya para karyawan harus profesional dalam pekerjaan dan sopan antar satu sama lain. Hal ini dilakukan agar tercipta disiplin kerja pada diri karyawan PT. Kebun Sayur Segar.
Disiplin kerja sangat perlu agar para karyawan dapat memenuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan tindakan disiplin PT. Kebun Sayur Segar sudah diterapkan sejak berdirinya perusahaan ini dan sudah banyak nilai-nilai perusahaan yang sudah melekat pada diri karyawan diantaranya ramah terhadap peserta yang mengikuti pelatihan berhidroponik, sabar dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta dan tidak keberatan apabila harus menjelaskan mengenai cara bercocok tanam. Selain itu para karyawan dituntut untuk terbuka pada tamu yang ingin mengetahui PT. Kebun Sayur Segar khususnya bagi yang ungin mengetahui cara berhidroponik, tegas Kemal Rubianto. Dilihat dari seluruh peraturan-peraturan PT. Kebun Sayur Segar menetapkan bentuk disiplin yang retributif (simmamora 2001) dimana Para pengambil keputusan mendisiplinkan dalam suatu cara yang proporsional dengan sasaran. Dengan tidak melakukan hal seperti itu akan dianggap tidak adil oleh orang-orang yang bertindak secara tidak tetap. “Minggu lalu ada pegawai keamanan yang di berhentikan kerja karena tidak hadir bekerja selama satu minggu berturut-turut tanpa memberikan alasan apapun mungkin sudah bekerja di tempat lain. Ini sebagai bentuk pembentukan disiplin karyawan” ungkap Kemal rubianto.(Rantika Sari)
Sumber : 

http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2014/10/11/budaya-kerja-kuat-dan-disiplin-tinggi-lambang-perusahaan-sukses-studi-kasus-pt-kebun-sayur-segar-684736.html
Read More >>